Terungkap, Wanita Simpatisan Trump yang Meninggal di Gedung Capitol Ditembak Polisi

  • 2 min read
  • Jan 07, 2021
Wanita Simpatisan Trump

Seorang wanita yang meninggal dalam kekacauan di Gedung Capitol, Washington DC, dijumpai ialah simpatisan garis keras Presiden Donald Trump.

Disamping itu, Kepolisian Washington mengaku wanita yang dideteksi namanya Ashli Babbitt ditembak oleh anggotanya.

Dalam video yang tersebar di internet, terlihat Babbitt memanjat salah satunya jendela Capitol Hill pada Rabu sore waktu di tempat (6/1/2020).

Tidak berlalu lama, kedengar suara shooting dengan camera ke arah Babbitt yang terkapar bersimbah darah.

Ia selekasnya dibawa ke rumah sakit, dan dipastikan meninggal beberapa saat selanjutnya dengan pemicu shooting di dada.

Dikutip AFP Kamis (7/1/2020), polisi mengatakan jika peluru yang tembus dada Ashli Babbitt berawal dari anggota mereka.

Berdasar laporan medium AS, Babbitt dijumpai ialah simpatisan garis keras Presiden Trump dan bekas tentara di Angkatan Udara.

Identitas Babbitt dibetulkan oleh saudara iparnya, Justin Jackson, yang melakukan kontak dengan Kepolisian Washington.

Ke NBC 7 San Diego, Jackson berkata iparnya itu benar-benar setia dan berdedikasi bila telah yakini suatu hal.sebuah hal.

“Ia menyukai negara ini dan benar-benar terhormat pernah bekerja bersama militer AS. Tolong, doakan dan hargai privacy kami,” papar Jackson.

Diambil Fox 5 DC lewat Daily Mail, Babbitt disampaikan pergi ke arah Washington DC dari tempat tinggalnya di San Diego, California.

Saluran tv lokal KUSI yang mencuplik suami Babbitt memberikan laporan, wanita itu mengenali dianya selaku veteran di Twitter.

Saat sebelum meninggal ditembak, ia sempat berkicau memberi suport ke massa yang akan mengarah ke Gedung Capitol.

“Tidak bakal ada yang dapat hentikan kami. Mereka dapat coba hentikan kami. Tetapi kami terus akan menggempur. Dari gelap ke arah jelas!” katanya.

Ibu mertua Babbitt mengutarakan, menantunya itu pergi bersama simpatisan petahana lainnya tanpa ada suaminya.

“Aku benar-benar tidak pahami kenapa ia sampai lakukan itu,” tutur sang ibu mertua ke medium lokal San Diego.

Selanjutnya, Kepala Polisi Washington Robert Contee menjelaskan ada tiga korban meninggal lain dalam demonstrasi yang berjalan gaduh itu.

Namun, ia tidak mengatakan apa satu wanita dan dua pria yang wafat itu ada hubungannya dengan kekacauan.

“Ke-3 nya kelihatannya alami keadaan genting klinis yang berbuntut pada kematian mereka,” terang Contee dalam temu jurnalis.

Ia meneruskan, korps-nya keseluruhan meredam 52 orang, dengan 26 salah satunya diringkus di seputar Capitol Hill.

Contee menjelaskan mereka dijaring dengan dakwaan menyalahi jam malam, masuk tanpa ada ijin, dan pemilikan senjata ilegal.

Sekitar 14 polisi disampaikan terluka, dengan diantaranya keadaannya benar-benar kronis sebab diambil dan digebukin oleh massa.

Contee menjelaskan dua bom pipa diketemukan di Gedung Capitol, semasing di kantor Partai Republik dan Demokrat.

close