Penjualan GameStop Melonjak Setelah Membentuk Kesesuaian Strategis Dengan Microsoft

  • 1 min read
  • Okt 16, 2020

GameStop Corp. melonjak sebanyak 27% sehabis kemitraan strategis bersama Microsoft Corp.

Memberi investor optimisme segar bahwa pengecer video-game mampu membalikkan bisnisnya.

Di bawah perjanjian multi-tahun, GameStop bakal memanfaatkan sarana cloud Microsoft untuk mengatasi operasi bisnis, terhitung keuangan, inventaris, dan e-commerce, menurut pernyataan Kamis.

Penjualan GameStop Melonjak Setelah Membentuk Kesesuaian Strategis Dengan Microsoft

Pekerja di toko terhitung bakal memanfaatkan perangkat Microsoft Surface saat mereka mendukung pelanggan.

Dan GameStop bakal tawarkan Xbox All Access, sarana bulanan untuk konsol game Xbox.

GameStop diinginkan meraih lonjakan penjualan kala konsol video-game baru tiba dalam lebih dari satu minggu mendatang, dan kemitraan Microsoft mampu mendukung mereka memperpanjang momentum.

Xbox dan Sony PlayStation baru bakal diluncurkan bulan depan, yang bakal mengarahkan lalu lintas ke toko GameStop dan situs e-niaga.

Dalam jangka panjang, GameStop menghadapi tantangan berat. Perusahaan video-game tidak sangat tergantung pada fasilitas fisik dan semakin banyak mengirimkan produk mereka secara online, membuat rantai fisik tidak sangat diperlukan.

Investor GameStop Ryan Cohen, mantan kepala Chewy.com, telah mendorong perusahaan berikut untuk lebih fokus pada e-commerce, daripada rantai fisiknya. Tetapi GameStop punyai jejak ritel yang sangat besar, bersama ribuan toko di 10 negara.

Saham naik jadi $ 11,90 pada hari Kamis sehabis GameStop menginformasikan kesepakatan tersebut.

Bahkan sebelum saat lonjakan, stok naik 54% th. ini, terangkat oleh keceriaan berkenaan konsol game baru.

Enable Notifications    Ok No thanks