Sejarah Olahraga Marathon

  • 2 min read
  • Okt 07, 2020

Pheidippides merupakan seorang atlit lari, sekaligus pembawa pesan dari Athena yang sangat terlatih. Ia diketahui sebagai pelopor dari apa yang sekarang kita kenal dengan “lari marathon”. Hal itu tercipta setelah ia berlari sejauh kurang lebih 240 kilometer tanpa henti, dari kota Marathon hingga kota Athena.

Pheidippides melakukan hal itu ketika membawa berita kemenangan Yunani atas Persia dalam Perang Marathon. Setelah berhasil menyelesaikan tugasnya dan mencapai kota Athena, Pheidippides tewas akibat kelelahan setelah berlari sekuat tenaga.


Akhirnya Pheidippides tiba di Athena dan Kebahagiaan membuncah di ubun-ubunnya. Melesat hingga ke asa yang menguatkan kakinya. Pheidippides hanya ingin terus berlari. Dia berlari sambil meneriakkan kata-kata kemenangan. “Kita menang. Jayalah, kita menang.” Pheidippides kian cepat berlari hingga kemudian terjatuh dan meninggal.

Sejarah Olahraga Marathon

Sebagai seorang pembawa pesan, Pheidippides sering berlari dalam jarak yang sangat jauh. Sebelum melakukan lari marathon tersebut, ia pernah berlari dari Athena ke Sparta sejauh 158 mil, untuk meminta bantuan menghadapi perang. Menurut catatan sejarawan Yunani, Herodotus, Pheidippides menyelesaikan tugasnya itu hanya dalam waktu satu hari.

Setelah beristirahat sebentar, Pheidippides kembali berlari dari Sparta menuju Athena, sehingga total jarak yang ditempuhnya sejauh 316 mil, hanya dalam waktu dua setengah hari berlari.

Hebatnya, alas kaki yang digunakan oleh Pheidippides saat itu adalah sandal, dan bahkan diketahui sesekali ia melepasnya sehingga tidak menggunakan alas kaki sama sekali.

Walaupun seorang sejarawan bernama Putarch, menulis pada tahun 100 Masehi, menyebut bahwa bukan Pheidippides yang sebenarnya melakukan lari marathon tersebut, tetapi Eukles.

Bahkan prajurit bernama Eukles itu berlari sambil mengenakan pakaian tempurnya yang terbuat dari perunggu, serta telah terlibat dalam peperangan yang melelahkan. Namun pernyataan itu banyak diragukan karena keadaan seperti itu tentu tidak memungkinkan untuk berlari dalam jarak yang sagat jauh.

Oleh karenanya, pernyataan yang dibuat oleh Herodotus lah yang lebih banyak dipercaya oleh para sejarawan, selain karena lebih masuk akal, catatan yang dibuat oleh sejarawan Yunani itu pun lebih dekat dengan peristiwa dibandingkan pernyataan lainnya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *