Saksi Utama di Masalah Edhy Prabowo Wafat

  • 1 min read
  • Jan 05, 2021
Edhy Prabowo

Seorang saksi di masalah suap export benih lobster yang menggeret bekas Menteri KKP Edhy Prabowo, wafat pada 31 Desember 2020. Saksi itu ialah pengontrol PT Aero Citra Ekspedisi, Deden Deni.

“Info yang kami terima yang berkaitan wafat seputar tanggal 31 Desember lalu,” kata Eksekutor Pekerjaan Juru Berbicara KPK Ali Fikri, Senin, 4 Januari 2020.

Deden pernah dicheck KPK pada 7 Desember 2020. Waktu itu, penyidik mempelajari hal mengajukan permintaan ijin export benur lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tentang hal PT ACK adalah salah satu perusahaan ekspedisi yang memperoleh ijin untuk mengusung benur ke luar negeri.

KPK menyangka lewat perusahaan ini, Edhy dkk terima beberapa uang pengiriman. PT ACK menempatkan biaya pengiriman Rp 1.800 per ekor. Uang hasil export itu selanjutnya diperhitungkan masuk di rekening pemegang PT ACK, Ahmad Bahtiar dan Amri. KPK menyangka ke-2 orang itu ialah nominee dari Edhy.

Ali menjelaskan kematiannya Deden tidak mengusik proses penyelidikan Edhy Prabowo. “Selama ini sedang berjalan dan pasti ada banyak saksi dan alat bukti yang lain perkuat pembuktian serangkaian perbuataan sangkaan korupsi beberapa terdakwa,” katanya.

Kecuali Edhy, KPK sudah memutuskan 6 orang terdakwa, yakni Staff Spesial Menteri Kelautan dan Perikanan sekalian Wakil Ketua Eksekutor Team Tes Habis (Due Diligence) Safri, Staff Spesial Menteri Kelautan dan Perikanan sekalian Ketua Eksekutor Team Tes Habis Andreau Individu Misata, Sekretaris Individu Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin.

Seterusnya, pengurus PT ACK Muriddi, staff istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih, dan Direktur PT Dua Putra Gagah Suharjito.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close