Maskapai AS Bakal Terbangkan Boeing 737-MAX Lagi di Udara

  • 2 min read
  • Okt 19, 2020

[ad_1]

Jakarta, CNN Indonesia —

American Airlines, maskapai AS, bakal menerbangkan kembali Boeing 737 MAX pada akhir tahun ini. Saat ini, perusahaan masih menunggu sertifikasi ulang dari Administrasi Penerbangan Federal (FAA).

Penerbangan Boeing 737 MAX disetop sejak Maret 2019, menyusul dua peristiwa kecelakaan besar yang mengakibatkan 364 jiwa meninggal dunia. Salah satunya, yang menimpa Lion Air JT-610 pada 29 Oktober 2018 lalu.

Mengutip CNN Business, Minggu (18/10), juru bicara American Airlines mengatakan setelah sertifikasi ulang, Boeing 737 MAX akan diterbangkan secara bertahap.







Sebagai langkah awal, penerbangan akan dilakukan satu kali sehari dengan rute Miami – New York mulai 29 Desember hingga 4 Januari 2021 mendatang.

Setelah itu, manajemen maskapai akan mempertimbangkan untuk memperpanjang layanan penerbangan.

“Kami tetap berhubungan dengan FAA dan Boeing dalam proses sertifikasi tersebut dan kami akan terus memperbarui rencana kami berdasarkan kapan pesawat itu disertifikasi,” tulis manajemen dalam pernyataan resmi.

Adapun, jadwal penerbangan American Airlines tercepat baru tersedia 24 Oktober nanti dan calon penumpang akan diberitahu bahwa mereka akan terbang dengan Boeing 737 MAX.

Pengumuman layanan terbang sejalan dengan pemangkasan jumlah sumber daya manusia atau pekerjanya hingga 9.000 orang usai tekanan bisnis akibat pandemi covid-19.

Maskapai terus menanggung rugi karena penghentian penerbangan selama pandemi corona. Pada paruh pertama tahun ini, perusahaan merugi US$5 miliar. Perusahaan akan melaporkan kinerja keuangan kuartal ketiga pada 22 Oktober nanti.

Sebelumnya, pada awal bulan ini, FAA telah menerbitkan draf pelatihan pilot untuk menerbangkan Boeing 737 MAX.

Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa pun mengonfirmasi pemeriksaan hampir selesai, namun masih butuh waktu satu bulan untuk menyelesaikan persetujuan untuk terbang bersama Boeing 737 MAX.

[Gambas:Video CNN]

(bir/agt)



[ad_2]

Source link