Guardian Angel Persembahan Perancang Baju Nina Nugroho

  • 3 min read
  • Jan 07, 2021
Nina Nugroho

Nina Nugroho ialah merek baju muslimah perancangan pendesain Nina Septiana. Nina mengangkat ide Modest Mode for Professional yang memiliki nuansa Classic Kekinian, yakni memadankan style design classic yang timeless dengan penyeleksian warna yang keras yang tidak lekang waktu dan style kekinian yang terbaru dan mengikut keperluan dan tuntutan mobilisasi dunia kekinian.

Dalam peluang Virtual Mode Show yang diadakan Indonesia Modest Mode Week 2020 kesempatan ini Nina Nugroho membawa koleksi dengan topik ‘Guardian Angel”, yang bermakna malaikat penjaga. Koleksi yang diperlihatkan ialah design baju kerja yang dibikin dalam versus high end. Dihidangkan dengan aksesori yang eksklusif yang dicintai wanita. Di tengah-tengah keluarganya wanita ibaratnya ialah malaikat penjaga, yang selalu bersiaga membuat perlindungan dan jaga dari bermacam masalah yang tampil.

‘’Tema kesempatan ini Guardian Angel, mengusung kemampuan wanita atau peranan wanita yang paling utama di periode wabah saat ini. Wanita adalah tumpuan keluarga, jadi garda paling depan untuk mempertahankan kesehatan keluarganya. Dari peranannya selaku penjaga keluarganya dari wabah berikut aku terisnpirasi dalam membuat kreasi kesempatan ini, Aku pengin mendeskripsikan wanita kuat sebagai penjaga keluarganya ini dalam kreasi baju aku kesempatan ini. Guardian Angel ini adalah personifikasi dari wanita kuat yang jaga keluarganya,” papar Nina Septiana.

Memakai bahan songket Lepus Palembang yang disebut songket pertama dari Palembang dan sebelumnya cuman ditujukan untuk lingkungan bangsawan. Sebab dibikin langsung oleh pengrajin, hingga tidak ada pola dan warna yang serupa dari 6 (enam) look yang diperlihatkan.

Tetapi seluruh pada sebuah benang merah yaitu memakai benang tembaga. Kesempatan ini warna yang diputuskan ialah beberapa warna turunan tren warna 2021 yang disebut keunikan dari merek Nina Nugroho yakni silver, navy, dusty pink, coklat dan gold. Keinginannya, walau memakai kain wilayah tapi dengan design kekinian, bisa dipakai tidak semata-mata untuk acara pernikahan yang resmi, tetapi dapat dipakai jadi baju kerja yang kekinian, classic dan menawan.

Baju terbagi dalam long, media dan midi outer dengan shirt yang dipadankan dengan pipe pants atau skirt. Memakai aksesori khusus taburan Swarovski di semua baju dan kancing, plus tambahan modifikasi dari pin dan bros yang dipasangkan di dada dan topi yang dipakai.

Garis design yang dipakai kali ialah vintage dengan sentuhan style Victoria yang classic dengan periode Renaissance. Dengan ambil topik dari periode Renaissance, ide baju Victorian ini diperkokoh dengan aksesori berbentuk topi vedora dan flat cap, yang sejauh ini dikenali selaku topi pelukis untuk perkuat kesan-kesan classic.

Nina merujuk pada style periode Renaissance karena pada periode itu awalnya kelahiran peradaban kekinian, terhitung mode. Bicara berkenaan Renaissance jadi tidak dapat terlepas dari kota Firenze, di mana Renaissance lahir semenjak era 14 – 16. Firenze dikenali selaku pusat budaya, ekonomi dan keuangan utama di Italia dan Eropa. Firenze dipandang seperti kota perintis kebangunan seni dan budaya kreasi sastra

Firenze adalah kota kelahiran kemampuan satu norma atau perdaban. Dari sanalah lahir norma dan peradaban kekinian, yang disebut sisi dari pengajaran budi pekerti, santun sopan dan tata krama yang tinggi. Dari kota ini juga ditingkatkan mekanisme pengajaran yang tidak saja sebatas hasilkan seorang yang memiliki ilmu tinggi, tetapi yang paling penting ialah meningkatkan karakter dan menyiapkan anak masuk ke dunia yang sarat dengan aktivitas dan kompetisi.

Ambil insight dari kota Firenze yang berperanan selaku ‘ibu’ di periode Renaissance, Nina Nugroho ambil analogi itu untuk design terbaru, Guardian Angel, yakni ibu untuk membuat norma, budi pekerti, santun sopan dan tata krama selaku awalnya pengajaran untuk satu peradaban yang lebih bagus.

Koleksi kesempatan ini memakai bahan songket, ingat kain songket sekarang ini sudah banyak alami penyesuaian dengan warna yang lebih kekinian. Keinginannya, dengan memakai kain wilayah dengan design kekinian, hingga bisa dipakai tidak semata-mata untuk acara pernikahan yang resmi, tetapi dapat dipakai jadi baju kerja yang kekinian, classic dan menawan.

Atas landasan seluruh itu, Nina mendesain Guardian Angel, yang sepanjang bulan Desember sudah menelusuri bermacam pentas mode. Ke enam koleksi Guardian Angel datang dalam virtual mode show yang diadakan oleh Indonesia Modest Mode Designer (IMFD) dalam ajang Indonesia Modest Mode Week pada 17 – 20 Desember kemarin. Koleksi Nina Nugroho tampil pada hari ke-3 , Sabtu, 19 Desember lewat basis Shopee. Ajang IMF Week 2020 mendatangkan kurang dari 60 pendesain modest mode Indonesia, kecuali mengadakan bazaar dan live Shopee sepanjang acara berjalan.

Tidak cuman datang dalam IMF Week 2020, Guardian Angel melangkah di pentas perayaan ulangtahun ke 5 KDEI (Komune Pendesain Etnik Indonesia) pimpinan Buyung Rais yang sudah berbeda nama jadi IEDC (Indonesia Ethnic Designer Community). Virtual mode show yang diadakan lewat basis zoom itu mendatangkan koleksi Guardian Angel selaku simbol semua serangkaian aktivitas yang dituruti oleh 20 pendesain etnik kelas atas tanah air.

Aktivitas paling akhir di akhir tahun 2020 dari koleksi Guardian Angel ialah tampil di I-Fashion Festival dan The Masterpiece 2020 pada 23 Desember lalu di basis RCTIPlus. Acara yang diadakan oleh HighEnd magazine dan MNC Kanal ini mendatangkan 7 pendesain inovatif yaitu Nina Nugroho, Barli Asmara, Nila Baharudian, Vina Mutia, Byo, Vivi Valencia dan Lyvete. Pada acara bertema Tribute to 2020 itu Nina Nugroho jadi pendesain modest mode salah satu yang membawa koleksinya di atas pentas istimewa dan berprestise itu.

close