China Menampik Laporan Kendala Dalam Perbincangan Bukti Investasi Dengan UE

  • 2 min read
  • Des 24, 2020
China Menampik Laporan Kendala Dalam Perbincangan Bukti Investasi Dengan UE

Kementerian luar negeri China pada Kamis menentang jika perbincangan mengenai kesepakatan investasi di antara Uni Eropa dan China sudah alami kompleksitas sebab tuntutan China atas investasi tenaga nuklir.

Pembicaraan berhenti pada pengenduran paling akhir sebab China tingkatkan keinginan tambahan pada energi nuklir, majalah Jerman WirtschaftsWoche memberikan laporan di hari Rabu.

“Sama seperti yang saya ketahui, perbincangan berjalan mulus,” kata jubir kementerian luar negeri China Wang Wenbin dalam temu jurnalis di hari Kamis.

“Informasi mengenai perbincangan berhenti sebab China sudah ajukan semakin banyak keinginan mengenai energi nuklir ialah palsu,” kata Wang.

Ia tidak menyanggah atau mengonfirmasi jika China sudah membuat tuntutan baru atas investasi energi nuklir.

Permasalahan tenaga nuklir polemis antara beberapa negara UE sebab investasi seperti itu bisa tempatkan infrastruktur peka di bawah kendalian China.

“China pengin melakukan investasi di pembangkit listrik tenaga nuklir Eropa dan memakai tehnologi China di bagian ini,” kata WirtschaftsWoche mencuplik beberapa sumber Uni Eropa.

Sepanjang perundingan, China sudah memperlihatkan ke kawan-kawan Eropa jika mereka melihat tehnologinya sendiri di bagian ini selaku yang semakin maju, kata laporan itu.

Beberapa negara anggota UE menampik energi nuklir atau sudah memilih untuk memikat diri dari tehnologi itu dalam sekian tahun kedepan.

UE dan Tiongkok mempunyai tujuan untuk capai persetujuan investasi pada tahun akhir yang akan memberikan perusahaan Eropa akses yang semakin besar ke pasar Tiongkok, menurut petinggi Jerman dan UE.

Kesepakatan Mendalam UE-Tiongkok mengenai Investasi akan tempatkan sejumlah besar perusahaan UE pada injakan yang serupa di Tiongkok, yang mempunyai potensi adalah cara besar dalam membenahi jalinan Tiongkok-Eropa sesudah pandemi virus korona di Tiongkok dan perlakuan keras Beijing pada ketidaksamaan opini di sisa koloni Inggris di Hong Kong.

Persetujuan itu bisa memperumit jalinan transatlantik dengan pemerintah Presiden dipilih AS Joe Biden.

Jake Sullivan, Penasihat Keamanan Nasional yang dipilih di team Biden, men-tweet awal minggu ini jika Washington akan menyongsong diskusi awalnya dengan partner Eropa-nya mengenai “kecemasan dengan kami mengenai praktek ekonomi China”.

China cemas akan diisolasi dari Barat sebab Amerika Serikat tingkatkan perang perdagangannya dengan Beijing dan Brussel sudah ambil beberapa langkah untuk mengawasi investasi China di bidang vital Eropa lebih dekat.

Point utama yang lain dalam mengunci kesepakatan investasi berkaitan dengan pembangunan berkepanjangan dan permasalahan hak asasi manusia seperti kerja paksa di China, menurut diplomat Barat.

Wang, jubir kementerian luar negeri China, dengan keras menentang ada kerja paksa di China.

“Menjelaskan ada yang disebutkan kerja paksa di Xinjiang ialah mengarang dusta. Sikap menebarkan isu semacam itu nista dan harus disumpah,” kata Wang.

close