Cerita Juwita Bahar, Terkena Penyakit Serius Sisi Otak dan Koma 15 Hari lantaran Diet

  • 2 min read
  • Jan 07, 2021
Juwita Bahar

Tiap orang mempunyai ceritanya semasing dan tidak dapat digeneralisasikan semua.

Cerita kesempatan ini tiba dari vokalis dangdut Juwita Bahar yang sempat terbujur koma di dalam rumah sakit sepanjang 15 hari sebab menderita penyakit serius di bagian otak pada saat berumur sepuluh tahun.

Pemicu penyakit serius itu berawal dari skema diet yang diaplikasikan Juwita. Bagaimana ceritanya?

Sebab diet

Juwita menceritakan, seluruh bermula dari program diet yang lagi dia lakukan dan menghindari nasi sepanjang 2 tahun.

Ia mengutarakan program diet apakah yang Juwita kerjakan pada waktu itu.

“Aku turunkan nasi, seperti tidak makan nasi sepanjang 2 tahun. Jadi seperti protein dan karbohidratnya tidak imbang. (Karena itu) aku sakit maag, lagi panas dan demam,” sebut Juwita waktu dijumpai di teritori Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2020).

Peluang hidup cuman 50 %

Maag dan demam Juwita pada waktu itu makin kronis. Ayahnya, Nota Sanjaya menyaksikan Juwita telah seperti pada alam bawah sadar.

Tanpa ada berpikir panjang Juwita langsung dibawa ke salah satunya rumah sakit oleh ayahnya untuk memperoleh pengatasan klinis.

“Tidak tahu sich, kata dokter aku kanker otak atau virus otak, apalah masalah otak. Tetapi aku kurang tahu tentu meningitis atau apa. Kata dokter peluang hidup 50:50, jika hidup akan lumpuh seperti Gugun Gondrong,” sebut Juwita.

Belajar kembali seperti bayi

Sesudah sadar dari koma sepanjang 15 hari, pemilik nama komplet Juwita Tofhany Sanjaya itu rasakan yang lain dari badannya.

Anak vokalis dangdut Anisa Bahar itu berkata, seluruh urat saraf yang ada tidak akan berperan secara baik.

“Jadi bangun tidur (koma) tuch biasa saja, tetapi seluruh anggota tubuh seperti tidak aktif begitu, seperti belajar duduk dan gerakin kepala,” papar Juwita.

“Aku tidak dapat gerakin tubuh benar-benar seperti anak bayi kembali. Bangun perlu diangkatin, perlu ditolong, belajar jalan, belajar catat,” sebut Juwita meneruskan.

Pemulihan

Proses belajar beraktivitas kembali lagi seperti bayi itu Juwita mainkan sehari-harinya. Diakuinya tidak ada program spesial saat pemulihan syaraf.

Yang paling penting, kata Juwita, dia benar-benar jaga dengan skema makannya.

Sekarang ia sudah normal kembali dan tidak akan jalani program diet seperti sekian tahun lalu.

“Tidak (diet kembali). Saat ini tubuh (aku) subur,” kata Juwita sekalian ketawa dan tersenyum lebar.

close